ENTERPRENEURSHIP
SMK NEGERI 3 PONTIANAK
Mapel : Kewirausahaan
Kelas : XI pm 3
Nama : Hani Nopiyanti/Hani
Email : primzsaverio@gmail.com
r.save@ymail.com
A. Resume Materi
ASPEK PEMASARAN DALAM PERENCANAAN USAHA
I. Strategi Negosiasi dalam Pemasaran
Berikut hal-hal penting mengenai negosiasi dalam pemasaran.
1. Pengertian Negosiasi
Negosiasi berasal dari bahasa inggris negotiation yang artinya perundingan. Dalam buku Harvard Business Essentials, negosiasi
adalah ketika terjadi konsesi , kesepakatan atau perjanjian dari dua
orang, dua kelompok, atau dua badan hukum.sedangkan menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia edisi ketiga dikatakan yang dimaksud dengan negosiasi,
yaitu :
a. Proses tawar menawar
dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu
pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak yang lain.
b. Penyelesaian sengketa
secara damai melalui perundingan antara pihak yang bersengketa.
Negosiasi merupakan suatu bagian dari kegiatan komunikasi selain
kegiatan promosi yang akan menunjang keberhasilan perusahaan. Negosiasi
adalah tawar menawar dengan cara perudingan utuk member dan menerima
kesepakatan bersama mengenai suatu hal bagi kepentingan masing-masing
pihak didalam usaha atau bisnis.
Negosiasi atau perundingan terjadi karena beberapa sebab, antara lain sebagai berikut.
a. Ada pihak yang berkepentingan
b. Ada suatu masalah yang harus diperundingkan.
c. Ada keinginan untuk mencapai kesepakatan dalam membagi hak atau kewajiban di antara pihak yang berkepentingan.
d. Ada upaya menjaga kehormatan atau kedaulatan masing-masing pihak.
Suatu negosiasi akan berhasil jika pelaku negosiasi atau negosiatornya :
a. Mempersiapkan diri secara intensif.
b. Siap untuk mengatasi masalah.
c. Berorientasi pada sasaran.
d. Mengerti kondisi psikologis mitra negosiasi.
e. Dapat menganalisis situasi dan mengambil posisi yang fleksibel.
2. Strategi Bernegosiasi
Strategi bernegosiasi adalah
rencana mengenai berbagai persiapan dengan rangka mengantisipasi
berbagai masalah dan segala kemungkinan yang terjadi dalam suatu
perdagangan.
Ada beberapa strategi yang dapat dipelajari , antara lain sebagai berikut:
a. Strategi menang-menang (win-win strategi)
b. Strategi menang-kalah(win-lose strategi)
c. Strategi kalah-kalah(lose-lose strategi)
Untuk mendapatkan hasil
ngosiasi yang baik seperti yangdiharapkan,tentunya kita tidak boleh
mengabaikan persyaratan yang harus di miliki oleh orang yang akan
ditunjuk untuk melalukan negosiasi, karena tercapai tidaknya kesepakatan
tergantung pada manusianya.
Adapun persyaratan atau kriteria yang harus dimiliki o0leh seseorang yang ditunjuk untuk melakukan negosiasi, antara lain :
a. Mempunyai wawasan yang luas dalam bidang yang akan dirundingkan.
b. Mempunyai kemampuan berkomunikasi.
c. Mempunyai kemampuan mengungkapkan dan mengekspresikan substansi permasalahan.
d. Mempunyai kepercayaan diri yang kuat, tetapatidak berlebihan.
e. Sikap dan penampilan yang baik.
f. Selalu berfikiran secara positif.
g. Pandai mengendalikan emosinya.
3. Negosiasi dalam jual-beli
Didalamkegiatan jual-beli pada umumnya materi yang diperbincangkan antara lain penjual dengan pihak pembeli meliputi:
a. Harga barang yang diperjual belikan.
b. Banyaknya barang yang diperjualbelikan.
c. Waktu dan lamanya pengiriman.
d. Cara pengiriman dan alat trasportasi yang digunakan.
e. Cara dan waktu pembayaran.
f. Cra pengajuan klaim
apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,misalnya keterlambatan
barang, keterlambatan pembayaran, kerusakan barang, serta ketidakcocokan
barang yang dipesan dengan barang yang diterima.
g. Asuransi dan ongkos pengiriman.
h. Pembuatan surat kesepakatan atau perjanjian.
i. Penentuan jangka waktu berlakunya perjanjian.
Hasil negosiasi merupakan pedoman yang harus dihormati dan dijalankan oleh kdua blah pihak.
Negosiasi dalam jual beli
digunakan untuk memfasilitasi kehendak pembeli dan penjual guna
merundingkan masalah yang berkaitan dengan hak dan kewajiban pihak
pembeli dan penjual.
J. Saluran dan Jaringan Distribusi
1. Pengertian Distribusi
Distribusi merupakan bagian
dari kegiatan pemasaran, yang meliputi penjualan,pembungkusan,
pengepakan,dsn pengiklanan. Saluran distribusi sangat penting di akses
oleh pasar. Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau
perorangan yang memiliki hak kepemilikan atas produk atau membantu
pemindahan hak kepemilikan produk dariprodusen ke konsumen.
Berikut ini macam-macam perantara perdagangan adalah sebagai berikut :
a. Grosir(whole sales)
Grosir merupakan pedagang besar yang tidak melakukan penjualan secara eceran, akan tetapi melayani penjual secara partai.
b. Pengecer(retailer)
Pengecer adalah orang atau pemilik toko atau perusahaan yang kegiatan utamanya adalah menjual barang secara eceran.
c. Makelar (broker)
Makelar adalah perantara
perdagangan yang diangkat resmi atas dasar permohonan sendiri guna
menjualkan barang atau membelikan suatu barang kepunyaan orang lain atas
nama dan untuk tanggungan orang yang menyuruhnya.
d. Komisioner
Komisioner adalah seseorang
yang berprofesi sebagai perantara dalam usaha membeli dan menjualkan
barang atau jasa untuk orang lain atas nama sendiri.
e. Agen
Menjalankan perusahaan sendiri dalam uasaha menjualkan hasil perusahaan tertentu.
2. Pokok-Pokok Saluran Distribusi
Adapun pokok saluran distribusiyang dijalankan perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Secara Langsung
Produk yang dihasilkan produsen disampaikan secara langsung ke tangan konsumen akhir tanpa perantara.
konsumen
|
produsen
|
b. Secara semi langsung
Produk yang dihasilkan perusahaan disalurkan kepada konsumen melalu saluran milik produsen sendiri.
Konsumen
|
Retailer
|
produsen
|
c. Secara tidak langsung pedagang eceran
Produk yang dihasilkan
produsen disampaikan secara tidak langsung ketangan konsumen melainkan
harus melalui lembaga-lembaga penyalur.
Pedagang eceran
|
Pedagang besar
|
Produsen
|
3.Alasan-alasan Menggunakan Saluran Distribusi
Ada beberapa alas an mengapa
perusahaan tidak mendistribusikan produknya sendiri secara langsung
kepada konsumen. Alasan-alasan diantara lain sebagai berikut:
a. Jarak yang terlalu jauh antara produsen dengan konsumen.
b. Penghemat biaya dan waktu
c. Untuk pemenuhan kebutuhan konsumen.
d. Produsen dapat berkonsentrasi dalam berproduksi.
4.Macam-macam Saluran Distribusi
a. distribusi intensif
Barang yang disalurkan secara intensif adalah barang-barang convenience goods, misalnya gula, minyak goring, beras, sabun mandi, sbg.
b. Distribusi selektif
Produk ini berupa consumers durable goods, yaitu produk pakai yang tahan lama dan memerlukan pemeliharaan khusus.
Contohnya mobil, motor, dan barang mewah.
c. Distribusi eksklusif
Distribusi produk hanya diberikan pada lembaga penyalur yang menjadi sales representative dari
produsen ke konsumen. Penyalur eksklusif harus berwibawa dan
berkepribadian baik karena diandalkan dariprodusen. Pertimbangan itu
meliputi sifat produk (convenience goods, consumers durable goods atau
barang eksklusif),sifat konsumen, banyak-sedikitnya konsumen, kondisi
persaingan, serta kondisi perusahaan sendiri yang berkaitan dengan
besar-kecilnya perusahaan dan keadaan keuangan.
k. Kebijakan Penetapan Harga
1. Kebijakan Harga Produsen
a. Shining price (Harga setinggi munkain)
b. Penetration price (harga serendah mungkain)
2. Kebijakan Harga Grosir
Grosir dapat membuat kebijakan
harga produk dengan cara memberikan potongan harga, baik potongan harga
yang diberikan karena pembayaran tunai atau karena pembelian dalam
jumlah besar.
3. Kebijakan Harga Retailer
Beberapa kebijakan penetapan harga produk yang ditetapkan oleh retailer.
a. Margin price
b. Liming price
c. Competior priced.
d. Judgement price
e. Customary price
f. Ood price
g. Combination price
Agar tujuan perusahaan dapat
tercapai, seorang wirausaha harus bijaksana dalam menetapkan harga.
Mengingat dengan produk mempunyai tujuan, yaitu:
a. Mendapatkan share pasar
b. Memperoleh harga maksimum.
c. Mempromosikan produk.
d. Memanfaatkan keuntungan.
e. Mencapai keuntungan.
f. Mencapai hasil penerimaan penjualan maksimum.
Masalah startegipenetapanharga produkyang dilaksanakan oleh seorang wirausaha adalah sbb :
a. Rapid skimming, dijalankan
dengan menetapkan tingkat harga penjualan produk yang tinggi pula untuk
memperoleh laba per unit yang maksimal sebelum para pesaing memasuki
pasar.
b. Rapid Penetration, dijalankan dengan menetapkan harga produk rendah agar perusahaan dapat menyusup dan memasukipasar secepatnya.
c. Slow Skiming, dijalankan
dengan menetapkan harga penjualan produk tertinggi untuk memperoleh laba
per unit setinggi-tinggi nya sebelum pesaing memasuki pasar.
d. Slow penetration, dijalankan
dengan menetapkan harga jual produk yang rendah dengan kegiatan promosi
yang rendah. Tujuan adalah merangsang pasar untuk menyerap produk
dengan cepat.
L. Harga jual dan maslah
terkait
Nilai tukar barang
adalah kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan sejumlah uang. Nilai yang
dinyatakan dengan sejumlah uang disebut harga. Harga merupakan satu-satunya
unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan, sedangan unsur selain
harga merupakan biaya. Harga jua merupakan harga pokok ditambah seluruh biaya
promosi dan penjualan yang akan diterima oleh konsumen dan keuntungan yang
diharapkan oleh produsen. Harga pokok adalah harga yang diperoleh dari keseluruhan
biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk.
Tujuan ditentukannya harga
pokok adalah sebagai berikut ;
1.
Sebagai alat bantu manajemen didalam menetapkan neraca
dan daftar laba atau rugi suatu usaha.
2.
sebagai pedoman dalam menetapkan harga jual
3.
sebagai alat evaluasi terhadap efisiensi progres produksi
ada beberapa masalah yang perlu
diperhatikan dalam menentukan harga jual, yaitu ;
a.
masalah biaya
1. metode penetapan harga biaya plus (cost plus pricing)
2. metode penetapan harga mark up (mark up pricing)
b. Masalah permintaan : sifat permintaan akan
memengaruhi penentuan harga dan volume penjualan. Artinya, apabila harga naik
mengakibatkan volume penjuala turun dan sebaliknya. Starategi harga yang
berorientasi pada permintaan didasarkan pada :
1. Persepsi konsumen (perceive value pricing)
2. Diskriminasi harga (demand differential
pricing)
c. Masalah persaingan : harga beberapa produk
sering dipengaruhi oleh keadaan persaingan yang ada. Terdapat dua jenis
penetapan harga berdasarkan persaingan :
1. Tingkat harga rata-rata industry (going rate
pricing)
2. Berdasarkan harga tender atau pelelangan
(seaded-bid pricing)
d. Masalah pasar metode yang dapat digunakan
dalam penetapan harga adalah sbb ;
1. Penetapan harga dengan biaya tambah
2. Harga didasarkan pada kondisi pasar yang
bersaing
3. Harga yang didasarkan pada keseimbangan pada
keseimbangan perkiran permintaan pasar.
Inti dari penetapan harga adalah ;
a. Harga
memegang peran penting bila dibandingkan dengan kegiatan pemasaran lainnya
b. Harga
merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan, sedangan unsur selain
harga merupakan biaya.
Soal objektif ;
1.
Ada berapa tingkat kepuasan pelanggan menurut Tse dan Wilton ?
a.
1 c. 3 e. 5
b.
2 d. 4
2.
termasuk ke dalam prinsip apakah ”kepuasan pelanggan adalah sesuatu yang penting”
?
a.
prinsip kepuasan pelanggan d. Faktor kepuasan pelanggan
b.
konsep attention e.
Konsep attitude
c.
konsep action
3. ada
berapa banyak prinsip kepuasan pelanggan ?
a. 5 d. 10
b. 7 e. 12
c.
9
4.
Apakah yang menentukan kepuasan pelanggan ?
a. Penilaian
terhadap produk
b.
Watak kasir
c.
Jumlah barang yang ditawarkan
d.
Banyak barang yang dipajang
e.
Semua jawaban benar
5.
sistem apakah yang dikembangkan untuk menunjang pelayanan prima ?
a.
TQM d.
TK
b.
MTQ e. MTSN
c.
TPA
6.
apa kepanjangan dari TQM ?
a. total
quintal management d. tempat qursus
masak
b. totality
quality manage e. terima qasih
makanannya
c. total
quality management
7. Berasal
dari bahasa apakah NEGOSIASI ?
a. Belanda d. Jepang
b.
Italia e. Mandarin
c. Inggris
8.
pelayanan sebaik-baiknya yang dilakukan oleh penjual kepada pelanggan
disebut juga dengan ...
a.
pelayanan prima d. Pelayanan gereja
b.
bad service e. pelayan
c.
action
9.
konsep sikap dan konsep perhatian harus diikuti dengan konsep apa ?
a.
konsep action d. Konsep menang kalah
b.
konsep attention e. Konsep
menang-menang
c.
konsep attitude
10.
ada berapa startegi dalam negosiasi
?
a.
3 d. 9
b.
5 e. 11
c.
7
11.
Didalam negosiasi, siapa saja kah pihak yang terlibat ?
a.
Penjual-pembeli d. Polisi-penjual
b.
Agen-polisi e. Penjual-agen
c.
Pembeli-polisi
12.
Apa nama lain dari strategi
menang-menang ?
a. Win-win strategy d.
Lose-win strategy
b. Win-lose
strategy e. Wholes sales
c.
Lose-lose strategi
13.
Ada berapakah saluran dan jaringan
distribusi ?
a.
1 d. 4
b.
2 e. 5
c.
3
14.
Ada berapakah faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan ?
a.
1 d. 5
b.
2 e. 6
c.
3
15.
Apa nama lain dari Pengecer ?
a. Retailer
b.
Broker
c.
Whosaler
d.
Ghost shopping
e.
Grosir
Essai :
1.
apa saja yang menjadi faktor kepuasan pelanggan ?
jawab : kualitas produk, harga, kulaitas pelayanan, faktor emosional, dan
faktor kemudahan
2. apa
yang dimaksud dengan A3 pada pelayanan prima ?
jawab : A3 adalah Attitude, attention dan Action
3.
Sebutkan strategi yang ada didalam negosiasi !
Jawab : strategi menang-menang, strategi menang-kalah, dan strategi
kalah-kalah
4.
Sebutkan alasan-alasan mengapa perusahaan tidak mendistribusikan produknya
sendiri !
Jawab : jarak yang terlalu jauh antara produsen dan konsumen, penghematan
biaya dan waktu, untuk pemenuhan kebutuhan konsumen dan produsen dapat
berkonsentrasi dalam berproduksi.
5.
apa yang dimaksud dengan starategi rapid skimming dalam penetapan harga ?
jawab ; startegi rapid skimming adlah staretegi yang dijalankan dengan
menetapakan tingkat harga penjualan produk yang tinggi dan dengan kegiatan
promosi yang tiggi pula.